
Perubahan Pola Makan Sesuai Usia Anak
Secara alami, bayi konsumsi aneka makanan dari air susu ibunya. Awalnya, ketrampilan makan anak dikendalikan oleh berbagai refleks termasuk mengisap. Setelah usia 3 atau 4 bulan, refleks ini menghilang dan diganti oleh gerakan yang dikendalikan oleh aktivititas motorik. Bagaimana menandai perubahan ini?
Usia 4-6 bulan. Bayi mulai melakukan gerakan seperti mengunyah dan mulai tertarik makanan. Sudah bisa menggerakkan lidah dan makanan dari depan ke belakang. Kesiapan bayi konsumsi makanan dapat ditandai dengan mulai memasukkan benda-benda ke dalam mulut,atau tetap merasa lapar setelah menyusu. Di usia 6 bulan, bayi sudah dapat dikenalkan makanan semi cair seperti bubur biskuit atau bubur beras satu rasa.
Usia 6-8 bulan. Kesiapan makan masih sama dengan usia sebelumnya. Namun sudah bisa dikenalkan dengan makanan padat lain, seperti buah avokad, pure apel dan pure kentang. Bila saat pertama kali diberi makanan padat, ia mengeluarkannya kembali, tak perlu buru-buru menyimpulkan ia tidak doyan makan. Ini hanya bagian dari proses perkembangan ketrampilan makan. Rasa dan tekstur makanan yang berbeda dari ASI, belum terbiasa di lidah bayi. Kemampuan lidahnya untuk mendorong makanan, yaitu proses menelan pun belum sepenuhnya dimilikinya, karena jenis makanan yang dimakannya lebih padat ketimbang ASI.
Usia 8-10 bulan. Ketrampilan makan bayi sama dengan usia sebelumnya. Dengan kemampuan memegang dan memindahkan benda dengan cara menjumput, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan satunya dan memasukkan benda ke dalam mulut, bayi usia ini sudah diberi finger food untuk dimakannya sendiri. Hingga usia 9 bulan, bukan menjadi masalah jika sesekali ia mengeluarkan makanannya dan itu bukan tanda ia tidak suka dengan makanannya. Jika anak sudah terampil menelan, ia butuh pembiasaan untuk beragam jenis rasa makanan. Secara alami, anak punya rasa takut pada makanan baru. Beri dia kesempatan untuk mengenalnya dengan mengulang-ulang mencobanya.
Usia 10-12 bulan. Gigi sudah mulai tumbuh lebih banyak sehingga ketrampilan mengunyah dan menelannya kian meningkat. Ketrampilan motoriknya berkembang dengan usahanya untuk makan sendiri menggunakan sendok. Di usia ini, bayi sudah dapat makan buah tanpa dihaluskan. Ia sudah bisa menggigit, mengunyah, dan menelan. Makanan seperti makaroni panggang atau kaserol, sudah dapat dimakannya dengan lancar.
Usia 12-18 bulan. Anak usia ini sudah dapat makan sendiri menggunakan sendok. Tekstur makananya pun sudah lebih kasar, seperti nasi, sayur brokoli, wortel, daging cincang, dan lainnya.
Pola Makan Bayi Usia 12 bulan Ke Atas
Bayi Anda yang berusia satu tahun sudah bisa bergabung dengan Anda di meja makan. Ia sudah bisa diberi menu makanan yang Anda masak untuk keluarga. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan!
Apabila bayi sudah berumur 12 bulan, Anda sudah bisa mengikutsertakannya saat makan bersama, terutama ikut menikmati menu yang tersedia di meja. Sebab ia sudah mempunyai keterampilan makan yang hampir sempurna seperti orang dewasa. Meskipun demikian, Anda harus tetap memberikan makanan yang mudah dkunyah dan ditelan dengan baik di dua tahun pertamanya. Bagaimana alat dan sistem pencernaannya masih "belajar".
Sejak dini tanamkan kebiasaan makan yang sehat: pola makan yang teratur dan mengonsumsi makanan dengan komposisi yang bervariasi setiap hari. Meskipun ada masanya nanti bayi menguji kesabaran Anda, misalnya, dengan pilih-pilih makanan, tapi dengan kebiasaaan yang sehat, Anda akan lebih mudah membantu anak apabila suatu saat ia menghadapi masalah makan. Bahkan dengan pola makan teratur, Anda bisa mencegak masalah muncul masalah makan pada bayi.
Agar bayi antusias saat makan, sajikan sayuran dalam bentuk yang lucu dan menarik. Sediakan pula alat makan yang lucu dan mudah digunakannya saat ia menjajal ketrampilan makan sendiri. Ciptakan pula suasana penuh kegembiraan dan menyenangkan untuk anak saat mereka makan. Sehingga, bagi anak kegiatan makan adalah kegiatan rutin yang penting dan menyenangkan.
Beri perhatian pada hal berikut ini:
Apabila bayi sudah berumur 12 bulan, Anda sudah bisa mengikutsertakannya saat makan bersama, terutama ikut menikmati menu yang tersedia di meja. Sebab ia sudah mempunyai keterampilan makan yang hampir sempurna seperti orang dewasa. Meskipun demikian, Anda harus tetap memberikan makanan yang mudah dkunyah dan ditelan dengan baik di dua tahun pertamanya. Bagaimana alat dan sistem pencernaannya masih "belajar".
Sejak dini tanamkan kebiasaan makan yang sehat: pola makan yang teratur dan mengonsumsi makanan dengan komposisi yang bervariasi setiap hari. Meskipun ada masanya nanti bayi menguji kesabaran Anda, misalnya, dengan pilih-pilih makanan, tapi dengan kebiasaaan yang sehat, Anda akan lebih mudah membantu anak apabila suatu saat ia menghadapi masalah makan. Bahkan dengan pola makan teratur, Anda bisa mencegak masalah muncul masalah makan pada bayi.
Agar bayi antusias saat makan, sajikan sayuran dalam bentuk yang lucu dan menarik. Sediakan pula alat makan yang lucu dan mudah digunakannya saat ia menjajal ketrampilan makan sendiri. Ciptakan pula suasana penuh kegembiraan dan menyenangkan untuk anak saat mereka makan. Sehingga, bagi anak kegiatan makan adalah kegiatan rutin yang penting dan menyenangkan.
Beri perhatian pada hal berikut ini:
- Cuci tangan sebelum memasak, dan jaga kebersihan tangan selama menyiapkan makanan bayi.
- Bedakan talenan untuk memotong daging mentah dengan sayuran, buah dan daging matang yang akan diolah, agar tidak terkontaminasi bakteri daging mentah.
- Sterilkan peralatan makan bayi dengan merebus dan keringkan dengan tissu bersih. Hindari serbet kain yang bisa jadi menyimpan bakteri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar